Senin, 26 Januari 2015

Naik-naik ke Tangga Mimpi #1Day1Dream


Kami tak pernah sekelas apalagi teman bermain kelayaban ke sana-sini mencari alamat. Dia tipe pendiam, sama juga gua. Kami dipertemukan karena sering dipanggil oleh guru. Kami juga bukan murid bandel, tapi kalo diukur kebandelannya justru gua yang lebih bandel. Kami berkenalan karena kami adalah kepala suku, ketua murid dari masing-masing kelas. Awalnya gua ngajak-ngajak ngobrol aja karena kalo disuruh kumpul para kepala suku, karena gua dan dia termasuk yang pertama dateng. Kami memang kepala suku tepat waktu. Begitulah cara kami kenal.

Sebut saja Andi, disamarkan, takut terkenal katanya.
Andi ini udah pernah gapai mimpinya, mimpi besarnya ketika SMA. Dia bukan ingin masuk UGM, karena masuk doang gampang, dia ingin menjadi mahasiswa UGM. Sebanding sama hasil kerja kerasnya yang gua amati ketika di sekolah. Dan alasan lain Andi memilih UGM ternyata dia ingin menimba ilmu agama juga, dia bilang lingkungannya asik untuk mempelajari agamanya.

Dari parasnya sudah terlihat kalau dia memang rajin. Dia juga termasuk anak yang nekat dan berani, karena nulis UGM 2014 yang super gede di tasnya. Kalo gua mungkin belum seberani itu untuk mengungapkan mimpi sendiri. Karena gua tau kalo gak lulus pasti sakit dan malunya itu berasa. Apalagi sekolah gua termasuk muridnya bukan yang langganan masuk universitas favorit. Kalo ada pun bisa dihitung jari perangkatan. Tapi dia bisa, dia naik 1 tingkat ke tangga mimpinya.


Dan kemarin kami baru saja bertemu lagi. Masih sama, dia tetap sederhana. Gua juga jadi tahu mimpi selanjutnya apa yang akan dia gapai. Setelah lulus dari UGM dia ingin melanjutkannya ke Jerman, dia ingin mendapat beasiswa di sana. Salah 1 caranya mengenal Jerman adalah dengan masuk ke pusat studi negara yang ada di UGM. Sayangnya, syarat masuk harus minimal semester 2, dia baru semester 1.

Jika ditanya bagaimana kalo gua membayangkan diri sendiri jadi sosok dia adalah sepertinya gak mau, karena gua gak mau sekedar mebayangkan tapi benar-benar menjadi sosok seperti dia. Tapi ada 1 yang gua pengen lakuin kalo jadi dia, tidak menjadi pendiam. Karena gua pun mulai tidak ingin menjadi pendiam. Lebih banyak bergaul dengan orang-orang. Bukan berarti dia punya sedikit teman, tapi lebih banyak lagi mencari teman. Lebih sering bersosialisasi.
Apapun itu, semoga dia menggapai mimpinya agar bisa semakin naik ke tangga mimpi.

nyari inspirasi buat besok lagi ah...

sumber gambar:
http://psychiclibrary.com/beyondBooks/stair-dreams-ups-downs

4 komentar:

  1. wow harus makin semangat tuh, saran gue niih bro. Jangan lupa belajar bahasa jerman dan jangan pake bahasa jawa kasihan orang2 sana pada gak ngerti

    BalasHapus
    Balasan
    1. sekali-kali pake bahasa jawa, biar 'nyebar' bahasa daerah di sana hahaha
      sip, nanti gua sampaikan sarannya.

      Hapus

Itu ceritaku apa komentarmu ? Berbagilah komentar jangan sungkan.

Menerima kritik dan saran yang bersifat membangun (bukan membangunkan emosi negatif).

Pasukan


@bilasahil


Follow Me


bilasahil 2010-2018. Diberdayakan oleh Blogger.